Dugaan Pelecehan Simbol Religi di Toilet, Humas Arun Bali FKUB Harus Hadir
DENPASAR - Menyimak pemberitaan dan media sosial tentang peletakan simbolik lukisan yang diduga mirip Buddha dan dewa-dewi yang ramai. Pihak Humas Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Bali angkat suara.
Made Richy Ardhana Yasa alias Ray mengucapkan sangat kecewa terhadap kelakuan dari pihak - pihak yang dirasa tidak menghormati simbol - simbol kesucian dari sebuah ajaran agama atau kepercayaan tertentu.
"Banyak orang sangat menghormati posisi guru guru suci dan dewa dewi itu, kok ditaruh di WC tempat orang buang hajat, itu sudah tidak ada etika, " Sebutnya, Rabu 1 April 2026.
Apapun alasannya, untuk membuat suasana hening atau apa yang jelas tempatnya sebaiknya buatkan kamar meditasi atau tempat yoga.
"Kalo diletakkan di tempat meditasi atau yoga bagus itu, disamping kita menghargai ajarannya juga menhargai perasaan orang lain, terutama pengagum ajaran beliau sang Buddha seperti saya, " Ujarnya.
Ia juga meminta pihak kemenag untuk urusan ini lebih dapat mengayomi agar tidak lagi terjadi seperti kasus Buddha Bar yang lalu.
"Coba hargai guru kita, guru kita semua untuk meletakan sepantasnya. Jangan diletakan pada toilet, keterlaluan sekali, " Ungkapnya.
Ia juga meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali atau PHDI untuk ikut membantu menyelesaikan hal - hal seperti ini sekaligus memberikan himbauan agar tidak ada hal - hal yang menyinggung perasaan umat.
"Saya pribadi tersinggung dengan hal itu, semoga cepat diselesaikan dengan baik, " Pungkasnya.

Menghubungi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali adalah Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet melalui sambungan chat.
" Oh inggih, terima kasih informasinya niki. Nanti Ratu akan koordinasikan, " Sebutnya singkat, Rabu 1 April 2026.

Profesor Dr. I Gusti Ngurah Sudiana juga sempat dihubungi pihak anggota ARUN Bali mengatakan bahwa,
"Inggih mangde PHDI investigasi mrika, dan menyelesaikannya, " Sebutnya singkat, Rabu 1 April 2026, melalui sambungan chat. (Wil)


